Jembatan Pandansimo merupakan proyek infrastruktur signifikan yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan Kulon Progo di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dengan panjang total 1,9 kilometer, jembatan ini menjadi yang terpanjang di Yogyakarta dan ketiga di Pulau Jawa, setelah Jembatan Suramadu dan Pasopati.
Pembangunan jembatan ini dimulai pada 11 Desember 2023 dan direncanakan selesai pada akhir Maret 2025. Desainnya mengadopsi tipe multi-arch bridge dengan penggunaan corrugated steel plate dan mortar busa. Jembatan ini memiliki lebar 24 meter yang terdiri dari empat lajur kendaraan, dilengkapi separator berhiaskan tanaman, serta dua lajur pejalan kaki di kedua sisinya. Ornamen khas budaya Jawa, seperti gunungan bermotif batik Yogyakarta, menghiasi bagian tengah jembatan, melambangkan perbatasan antara dua kabupaten.
Progres Pembangunan
Hingga Maret 2025, progres konstruksi telah mencapai 98%, dengan fokus pada pengaspalan bentang tengah dan pemasangan ornamen serta penerangan jalan umum. Pekerjaan konstruksi dijadwalkan rampung pada 31 Maret 2025, memungkinkan jembatan untuk digunakan selama arus mudik Lebaran tahun ini.
Manfaat dan Dampak
Kehadiran Jembatan Pandansimo diharapkan memperlancar arus lalu lintas antara Kulon Progo dan Bantul, terutama saat musim mudik Lebaran, dengan mengurangi kemacetan di jalur utama. Selain itu, jembatan ini akan memperkuat konektivitas di kawasan selatan Yogyakarta dan meningkatkan efisiensi transportasi.